Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Dalam setiap langkah kehidupan terkadang ada persaingan, perselisihan, prasangka dan banyak hal-hal laing yang membuat sesama kita menjadi renggang, oleh sebab itu kami segenap pengurus PPI Austria 2020 mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala khilaf dalam prasangka, perkataan dan perbuatan. Semoga amal ibadah kita selama bulan ramadhan khususnya diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.

Penawaran Pendaftaran Indonesia Austria Scholarship Programme (IASP) Tahun 2020

Dalam rangka meningkatkan kualifikasi Dosen Tetap di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan memperkuat kerjasama antara Indonesia dengan Austria, Ditjen Dikti bekerjasama dengan the Austrian Agency for International Mobility and Cooperation in Education, Science and Research (OeAD) kembali membuka pendaftaran Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP) untuk alokasi tahun 2020. Program ini diperuntukkan bagi Dosen Tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemendikbud untuk melanjutkan studi ke jenjang Doktor (S3) di Austria.

Syarat dan ketentuan peserta program tersebut yaitu:

  1. Dosen Tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemendikbud dan memiliki NIDN;
  2. Memperoleh izin dari Pimpinan Perguruan Tinggi yang bersangkutan (bagi dosen PTN) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah masing masing (bagi dosen PTS);
  3. Memiliki gelar S2 atau setara, dengan tahun kelulusan selambatnya tahun 2015;
  4. Tidak untuk menempuh gelar kedua dalam strata yang sama;
  5. Menguasai bahasa Inggris, dibuktikan dengan sertifikat nilai TOEFL minimal 550, IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0 (atau sesuai dengan syarat yang berlaku di perguruan tinggi tujuan) yang masih berlaku;
  6. Memiliki sertifikat penguasaan Bahasa Jerman (apabila ada);
  7. Mempunyai usulan penelitian (research proposal) 2-4 halaman, yang telah didiskusikan dengan calon pembimbing/calon supervisor di universitas tujuan;
  8. Usia maksimal 35 tahun saat mendaftar;
  9. Memiliki Daftar Riwayat Hidup yang lengkap (dalam Bahasa Inggris);
  10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi dari universitas asal (dalam Bahasa Inggris);
  11. Memilik paspor yang masih berlaku;
  12. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan (asli) atau Letter of Admittance dari professor/calon supervisor di perguruan tinggi tujuan;
  13. Pelamar yang berstatus suami-istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama;
  14. Memiliki ijazah (asli) dan transkrip nilai pendidikan terakhir (dalam Bahasa Inggris) yang sudah dilegalisasi.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/bppln/ dengan pilihan jenis beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) S3, selambatnya Senin, 15 Juni 2020. Informasi lebih lanjut tentang program ini dapat dilihat pada laman https://oead.at/en/the-oead/our-programmes-from-a-to-z/#indonesia-austria-scholarshipprogramme atau menghubungi Tim Direktorat Sumber Daya Ditjen Dikti dengan mengirim alamat email bln.dikti@kemdikbud.go.id.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami sampaikan terima kasih.

Surat Edaran

Surau dan Sebutir Nasi

Hai Kau gadis berkerudung biru,
kau terduduk di Surau
Ku panggil dengan suara parau
Saat Menunggu dulang sebutir nasi
Tuk hadir Di depan ibuku

Sepertinya kau tahu maksudku melamarmu,
Namun maukah kau dengarkan aduan hatiku?

Saat ku masih mencari mu kesana dan kemari,
Tersesat hilang saat pandemi mencabik ibu pertiwi,
Tak kah kau lihat turut terhuyung
terseraknya hanya hati ini
Tetapi juga sepiring nasi para rakyat petani

Saat kau bangun, tidakkah kau nanar melihat embun pagi
Saat kau beradu dengan senja, sunyi hanyut terdiam dalam tak pasti.

Teringat senda gurau saat kami menjadi negeri yang cantik,
Anggun berbudaa dan berbangsa

Namun tak kah kau dengar , Teriakan orang pulau atas negeri yang tak adil

Penguasa ricuh mengambil andil
namun acuh terhadap yang segelintir
Regasnya kasih menjadi sebab sedikitny golongan yang peduli rakyat kecil

Kami tahu, kami harus belajar benar-benar menutupi dada yang gosong
karena luka, dari kenyataan atau dari perasaan

Kami tahu, kami harus belajar menjadi jati diri yang terpasung kekuasaan

Disaat ini wahai sayangku,
Tepis air matamu,
Jadikan lah janji kita bersama untuk mengawal demokrasi
Agar tetap menjadi pegangan negeri

Duhai Ibu Pertiwi
Kami dengar sedu sedan mu
Apakah pijakanmu sudah merapuh
Apakah langkahmu sudah mengabur
Apakah perjuanganmu sudah menjadi kenangan
Ah, jangan bercanda
Pesonamu masih terpancar
Disatu titik tak kasat mata

Saat mentari tak lagi ramah, maka hendak kemana bangsa ini berpijak.
Saat kaki² sang penguasaan terhimpit, kemana lagi rakyat harus mengadu

Salamku, Wahai Sang Penguasa, Ingatlah Surau dan Sebutir Nasi.

Sajak ini di tulis oleh Para Ketua di PPI kawasan Amerika Eropa, : Puspita (PPI Swiss Liechtenstein) , Brimoresa (PPI Spanyol), Choirul Anam (Ceko) , Khairul anam (PPI Austria), Zulkifli (PPI Poland), Radityo (PPI Estonia), Wisnu Uriawan (PPI Prancis)